Friday, March 30, 2012

Aplikasi GIS Berbayar

Aplikasi Ber-Lisensi (Berbayar)
  1. ArcGIS for Android Now on Amazon: http://www.amazon.com/gp/product/B007OWF3BI/ref=ArcGIS
  2. MapInfo®: http://www.pbinsight.com/welcome/mapinfo/
  3. MapServer: http://www.freegis.org/database/viewobj?obj=1272&_ZopeId=86436887A5V7py5fSCI
  4. ArcObject: http://edndoc.esri.com/arcobjects/8.3/Downloads/ArcObjectsDownloads.asp
  5. Quantum GIS 1.7.0: http://www.softpedia.com/get/Science-CAD/Quantum-GIS.shtml
  6. ArcScan: http://www.filestube.com/d/download+

Pemanfaatan GIS Dalam Bidang Tertentu

Berikut ini merupakan pemanfaatan GIS (Geographic Information System) dalam suatu bidang tertentu. Salah satunya adalah aplikasi GIS berbasiskan Android yang merupakan salah satu fitur pada Aplikasi Mobile Informasi Kehamilan yang pernah saya buat untuk menyelesiakan tugas Penulisan Ilmiah.


Pada fitur GIS ini menyimpan beberapa titik kordinat yang menentukan letak dari suatu Rumah Sakit Bersalin yang terdapat pada daerah Depok dan Jakarta Selatan, jadi menu ini dapat menampilkan posisi dimana kita berada dan juga menampilkan beberapa rumah sakit yang terdekat dengan posisi kita berada

MAPOBJECT VS ARCOBJECT

MapObjects adalah sebuah third party component yang bisa digunakan di Visual Basic, Visual C++, Delphi, dan lainnya,agar bisa menampilkan peta beserta navigasi, dan fungsi-fungsi pemetaan lainnya. Karena berupa komponen, makaaplikasi GIS yang dibuat dengan MapObjects ini dapat dibuat lebihflexible, dapat digabung dalam aplikasi yang lainnya,dan dapat bebas dalam membuat tampilan

ArcObject adalah urat nadi dari seluruh aplikasi ESRI ArcGIS, atau dapat juga disebut batu bata bangunan ArcGIS. Idealnya arcobject ini dipelajari dulu sebelum mempelajari berbagai aplikasi ArcGIS lainnya. Tidak dapat dipungkiri hal ini akan menyulitkan karena arcobject lebih abstrak dibandingkan dengan aplikasi ArcGIS itu sendiri. Harus diakui akan lebih mudah mempelajari ArcMap ibandingkan dengan mempelajari model obyeknya, tetapi dengan memahami arcobject anda akan mengerti proses dibalik suatu perintah dalam ArcGIS. Jadi jika anda sudah mengenal ArcGIS, mempelajari ArcObject kenapa tidak? Karena belajar mengenai hal ini bukanlah sesuatu yang sulit.

Dimana anda mendapatkan arcobject? berbeda dengan mapobject, arcobject bukan suatu produk sebagaimana mapobject. Anda bisa mendapatkan arcobject dari tiga produk ESRI ArcGIS, pertama dari ArcGIS Desktop, kedua dari ArcGIS Engine, ketiga dari ArcGIS Server. Jika salah satu dari ketiganya anda install pada komputer, maka secara otomatis anda mendapatkan arcobject tersebut.

Sebagai suatu model obyek, secara teknis ArcObject merupakan kumpulan/pustaka dari ribuan klas-klas yang memiliki properties dan method.

Bagi para pemula dapat mempelajari dulu bahasa pemrograman berorientasi obyek, didalamnya pasti akan dijelaskan apa itu obyek, kelas, property, dan method. Salah satu sumber yang bagus untuk mempelajari dari dasar tentang hal tersebut adalah situs ilmukomputer.com. Anda bisa memilih memulai dari apa saja, entah itu VB, C#, VB.net, dan lainnya.

Obyek dan Klas

Peta, layer, titik, garis, poligon, tabel, kolom, dan baris adalah suatu contoh obyek. Obyek-obyek ini berada dimemori komputer jika suatu aplikasi SIG dijalankan, dan menunggu pengoperasian dari anda sebagai pengguna.

Klas adalah kode yang melatar belakangi obyek, atau kode dibalik obyek yang menjelaskan obyek tersebut. Jadi setiap kelas akan punya keterkaitan dengan suatu obyek. Karena suatu obyek terkait dengan klas, maka untuk mengaksesnya dengan bahasa pemrograman yang kompatibel dengan arcobject. Apa saja bahasa yang kompatibel itu? Visual Basic for Application (VBA), Visual Basic, Visual C++, C++, Java, C#, Python, Visual Basic.net, dan beberapa lainnya.
Artinya arcobject relatif cukup luas untuk dapat diakses dengan berbagai bahasa yang ada.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/23706008/Map-Object
http://komunitasgis.com/?p=151
http://bayusirmawan.blogspot.com/2012/03/mapobject-vs-arcobject.html

Thursday, March 22, 2012

Coordinates to the maps





Lokasi : Rumah Saya

Latitude : -6.381948

Longitude : 106.844358





Lokasi : Kampus Saya

Latitude : -6.367164

Longitude : 106.833411





Lokasi : Kantor Saya

Latitude : -6.241874

Longitude : 106.841859







Lokasi : Meeting Room

Latitude : -6.224564

Longitude : 106.803224







Lokasi : Kantor Lama Saya

Latitude : -6.163553

Longitude : 106.817139






Aplikasi yang digunakan adalah Google Maps yang mengubah koordinat menjadi sebuah peta.
Google Maps adalah sebuah jasa peta globe virtual gratis dan online disediakan oleh Google dapat ditemukan di http://maps.google.com. Ia menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar satelit untuk seluruh dunia dan baru-baru ini, Bulan, dan juga menawarkan perencana rute dan pencari letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong, Cina, UK, Irlandia (hanya pusat kota) dan beberapa bagian Eropa

Open Source GIS

Desktop GIS

The following open source desktop GIS projects are introduced in Steiniger and Bocher (2008/9)

  • GRASS – Originally developed by the U.S. Army Corps of Engineers, open source: a complete GIS
  • SAGA GIS – System for Automated Geoscientific Analyses- a hybrid GIS software. SAGA has a unique Application Programming Interface (API) and a fast growing set of geoscientifc methods, bundled in exchangeable Module Libraries.
  • Quantum GIS – QGIS is a user friendly Open Source GIS that runs on Linux, Unix, Mac OS X, and Windows.
  • MapWindow GIS – Free, open source GIS desktop application and programming component.
  • ILWIS – ILWIS (Integrated Land and Water Information System) integrates image, vector and thematic data.
  • uDig
  • gvSIG – Open source GIS written in Java.
  • JUMP GIS / OpenJUMP – (Open) Java Unified Mapping Platform (the desktop GIS OpenJUMP, SkyJUMP, deeJUMP and Kosmo emerged from JUMP; see

other:

  • Kalypso (software) – Kalypso is an Open Source GIS (Java, GML3) and focuses mainly on numerical simulations in water management.
  • TerraView – GIS desktop that handles vector and raster data stored in a relational or geo-relational database, i.e. a frontend for TerraLib.

Other GIS tools - classified

Note, for different categories of GIS tools see GIS software and


WebMap Server

  • MapServer – Web-based mapping server, developed by the University of Minnesota.
  • GeoServer

Spatial Database Management Systems

Software Development Frameworks and Libraries (non-web)

  • GeoTools – Open source GIS toolkit written in Java, using Open Geospatial Consortium specifications.
  • OpenMap
  • GDAL / OGR
  • Proj.4

Software Development Frameworks and Libraries (for web applications)

  • MapFish A web 2.0 mapping development framework.
  • OpenLayers – open source AJAX library for accessing geographic data layers of all kinds, originally developed and sponsored by MetaCarta
  • Geomajas – Open source web toolkit with full vectorial and attribute editing capabilities and support for complex relation models (1 to n, n to 1, inheritance, ...). Built on top of the Dojo AJAX framework.
Other GIS tools - unclassified
  • FIST – FIST (Flexible Internet Spatial Template)is a MapServer/PHP framework with several advanced functions, optionally use PostGIS in the backend so your users can edit and save shapes and attributes.
  • Chameleon – Environments for building applications with MapServer.
  • GeoNetwork opensource – A catalog application to manage spatially referenced resources
  • OpenMap
  • MapGuide Open Source – Web-based mapping server.
  • Xastir A special purpose Open Source GIS application used as an APRS client by Amateur radio operators, written in C for X Window environments.

My House


Rumah Ricky via Google Earth :

Latitude : 6°22'55.12"S
Longitude : 106°50'41.59"E

Capture Gambar ini diperoleh melalui Google Eart , dengan cara input lokasi rumah kita pada tab search -> Fly to dan Find, sehingga lokasi akan ditujukkan ke tempat yang kita tuju, ataupun daerah terdekat dari tujuan kita.

Thursday, November 18, 2010

Contoh Lamaran ( B.Indonesia )




Depok, 28 Juni 2010

Perihal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth,
HRD
PT. MITRA DANA PUTRA UTAMA FINANCE
Jl. Gajah Mada Blok D No.3 - 6
Jakarta Pusat
10130 Indonesia




Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ricky Sinaga
Tempat / Tanggal lahir : Jakarta, 06 April 1989
Pendidikan Terakhir : S1 ( Semester 5 )
Alamat : Jl. Kayumanis IX No.20 RT.9/RW.14
Depok Timur, 16418
No Telp : Hp : 08568795602 , Rmh : (021) 77834183

Dengan ini mengajukan surat lamaran pekerjaan sebagai Staff Admin atau Staff Audit di Perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin saat ini. Saya berharap dapat bergabung dan bisa memberikan tenaga juga pikiran di Perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Bersama ini saya lampirkan data-data saya sebagai berikut :

1. Daftar Riwayat Hidup
2. Transkrip Nilai
3. Pas Photo 3 x 4
4. Foto Scan Kartu Tanda Penduduk.
5. Sertifikat



Atas segala perhatian dan pertimbangan yang telah Bapak / Ibu berikan saya ucapkan banyak terima kasih.


Hormat saya,



( Ricky Sinaga )

Saturday, May 22, 2010

Ongkos dan Penerimaan


Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak mengalami kekurangan-kekurangan dalam berbagai hal dan penulis menyadari akan besarnya bantuan yang diberikan berbagai pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan panulisan makalah ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dosen Pembimbing Mata Kuliah Soft Skill
2. Siswa/I SMA 1 Kelas X. Jakarta yang telah meminjamkan buku sebagai referensi penulisan
3. Mahasiswa/I Universitas Gunadarma khususnya kelas 2ka14 yang telah membantu dalam makalah yang penulis buat ini.

Akhir kata, penulis ingin mengucapkan permintaan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, semoga Tuhan membalas semua kebaikan yang telah diberikan semua pihak kepada penulis.

Penulis,

Ricky Sinaga


KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………. 3-12

BAB III PENUTUP

Kesimpulan …………………………………………………………………………………. 13

LATIHAN SOAL…..……………………………………………………………………14-17



1. I. Prilaku Produksi

1. A. Produsen dan Prilaku Produsen

Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Skema Proses Produksi :

Tujuan dari produksi adalah :

n Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)

n Maksimisasi Output (Penjualan)

n Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)

Kategori Kegiatan Produksi:

n Produksi sesuai pesanan (custom-order production)

n Produksi massal yang kaku (rigid mass production)

n Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production

n Proses atau aliran produksi (process or flow production)

Sedangakan untuk fungsi dari produksi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar kebutuhannya terpenuhi. Tetapi secara matematis dapat kita lihat seperti ini ;

n Model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang dihasilkan.

n Fungsi Produksi Total (Total Product): TP

TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal

n Produksi rata-rata (Average Product): AP

APL = TP/L atau APK = TP/K

n Produksi Marjinal (Marginal Product): MP

MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K

1. B. Produksi Optimal

Produksi Optimal adalah suatu produksi yang segala sesuatunya selalu terkontrol, untuk kemana, untuk siapa, dan berapa. Untuk kemana berarti kita harus sudah punya pasar sendiri akan ditaruh dimana hasil dari produksi ( output ). Untuk siapa juga kita harus punya perbandingan konsumen A dengan konsumen B, karena beda konsumen beda pula kebutuhan yang mereka miliki. Sedangkan untuk harga berhubungan erat dengan kedua pernyataan sebelumnya kita harus melihat situasi dan kondisi yang kita dapat dan kita punya.

1. C. Least Cost Combination

Kombinasi Input Variabel Biaya Terendah (Least Cost Combination)

n Terjadi pada titik singgung antara kurva isoquant dengan kurva isocost.


n Secara matematis:

n Kondisi penggunaan input variabel yang dapat meminimumkan biaya:


Berikut kurva dari least cost combination :

1. II. Ongkos Produksi dan Penerimaan

Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh factor-faktor produksi guna memproduksi output.

Macam-macam ongkos sebagai berikut :

1. Total fixd cost (ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
2. Total Variable Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasikan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
3. Tota Cost (Ongkos Total adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variable. TC = TFC + TVC
4. Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.

AFC = TFC/Q * Q = tingkat output

1. Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos variable yang dibebankan untuk setiap unit output.

AVC = TVC / Q

1. Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.

ATC = TC / Q

1. Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.

M = ^TC/^Q = ^TVC/^Q

Ongkos produksi dibedakan menjadi :

1. 1. Ongkos Produksi Jangka Pendek

Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku, tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variable. Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variable.

1. 2. Ongkos Produksi Jangka Panjang

Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua factor produksi, sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variable.

Dalam analisa ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurve di atas. Kapasitas ditunjukan oleh ACI, Kapasitas 2 ditunjukan oleh AC2 dan kapasitas 3 oleh AC3. Dengan demikian pengusaha mempunyai 3 alternatif kapasitas produksi beserta ongkosnya.

Dari gambar diatas menunjukan bahwa :

1. Produksi < 125 unit, kapsitas 1 menunjukan kapasitas yang paling efesian, karena ongkos produksi paling minimum.
2. Produksi antara 125 sammpai 140 unit, kapasitas 2 merupakan kapasitas yang paling efesien.
3. Produksi > 140 unit, kapasitas 3 merupakan kapasitas yang paling efesien.

Kurva long Run Average Cost (LRAC) adalah kurva yang menunjukan ongkos rata-rata yang paling minmum untuk beerbagai tingkat produksi, apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksinya. LRAC cuve dibentuk dari kumpulan AC yang banyak, maka bentuknya menyerupai huruf U.

Kurve LRAC tidak menyinggung Kerve-kerve AC pada titik yang terendah. Dalam gambar tersebut hanya kurva ACx yang disinggung oleh kuerva LRAC pada titik yang paling rendah yaitu titik B. Kurva-kurva AC yang ada disebelah kiri dan kanan kurva ACx tidak disinggung pada titik yang paling minimum. Dalam jangka panjang titik terendah AC tidak menggambarkan ongkos produksi yang paling minimum untuk menghasilkan satu tingkat produksi, sebab terdapat AC lain yang dapat lebih meminimumkan ongkos. Kurva AC1 dan AC2. Titik A merupakan titik terendah dari AC1, sehingga dalam jangka pendek produksi sebesar qa merupakan produksi dengan ongkos yang paling minimum. Tapi dalam jangka panjang belum merupakan ongkos paling minimum, sebab kalau kapasitas produksi yang berikut digunakan (AC2), produksi qa dapat diproduksi dengan ongkos yang lebih rendah lagi yaitu A2 pada AC2.

Jika perusahaan ingin berproduksi 2 unit untuk jangka pendek, pengusaha memilih kapasitas pabrik pada kurva SAC1 dengan biaya Rp. 300,- . Untuk produksi 4 unit, pengusaha akan memilih kapasitas pabrik pada kurve SAC2 dengan ongkos Rp.150,-. Pada produksi ² unit ini, perusahaan dapat menggunakan kapsitas pada SAC1, tapi biaya lebih tinggi, dan seterusnya. Kurva LRAC disebut pula dengan kurva amplop, sebab SAC selalu didalamnya.

Kurva LRAC menyerupai bentuk huruf U disebabkan oleh sebagai berikut :

1. 1. Economies of Scale / Increasing Returns To Scale.

Kurva LRAC bergerak kekanan semakin menurun. Ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan produksi atau produktivitas, karena para penggusaha bisa memperbesar fasilitas produksi, sehingga terjadi penghematan ongkos produksi. Hal ini menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi rendah. Factor-faktor yang merupakan Economies Scale sebagai berikut ;

1. Spesialisasi factor-faktor produksi.
2. Penurunan harga bahan mentah, karena pembelian yang besar.
3. Hasil dari produksi sampingan.
4. d. Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya.

1. 2. Diseconomies Of Scale / Decreasing Return To Scale.

Perusahaan yang terus berkembang besar pada suatu tingkat tertentu cenderung tidak efesien, sehingga produktivitas menurun. Akibatnya ongkos produksi menaik. Hal ini terlihat pada kurva LRAC sisi kanan menaik.

Penerimaan

Penerimaan atau revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Macam-macam revenue sebagai berikut :

1. Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari penjualan output.

TR = P.Q dimana P = Price/harga, Q = Quantity / Jumlah barang

1. Averege Revenue (AR) adalah penerimaan per-unit dari penjualan output.

AR=TR/Q = P.Q / Q = P jadi AR =P

1. Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.

MR= ^TR /^Q

Bentuk-bentuk kurva TR, MR, AR tergantung dari jenis pasarnya.

Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut :

1. Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penurunan harga 1%, berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1%
2. Total Revenue Makasimum pada Eh = 1
3. c. Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1 % berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1%.

Keuntungan Maksinun

Keuntungan maksimum adalaha keuntugan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya. Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut :

1. Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
2. Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.

Keuntungan maksimum = TR maksimum – TC minimum

= 480 – 250

= 230

Berdasarkan gambar tersebut, keuntungan maksimum dapat dicapai pada kurva TR dan TC yang jarak vertikalnya paling lebar. Keuntungan maksimum dapat dapat dicapai pada saat MR berpotongan dengan MC.

1. III. Struktur pasar

Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk. Pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya

perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan

peranan iklan dalam kegiatan industri.

Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar

persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan

monopsoni).

Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan

dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/

tidak terbatas.

Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:

a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.

b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).

c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.

d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.

e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.

f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

Pasar Persaingan tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna menunjukkan salah satu aktivitas/kegiatan usaha yang dilakukan BUMN

yang termasuk produsen monopoli.

Kita telah membicarakan pasar persaingan sempurna, semoga Anda dapat memahami

dengan baik. Apakah masih ada yang perlu Anda pahami lebih mendalam dari bahasan di atas. Jika tidak, mari kita lanjutkan pembahasan yang berhubungan dengan pasar persaingan tidak sempurna, di mana pada pasar persaingan tidak sempurna akan kita bagi pembahasannya ke dalam bahasan pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar duopoli,pasar monopolistik dan monopsoni.

Pasar Monopoli

Arti dari pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan

penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan

banyak pembeli atau konsumen.

Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:

1) hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;

2) tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);

3) produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan

4) tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada

hambatan berupa keunggulan perusahaan.

Pasar Oligopoli

Arti dari pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran,

di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan

pasar.

Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:

1. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.

2. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak

(differentiated product), seperti air minuman aqua.

3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk

masuk ke dalam pasar.

4 . Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang

memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar

untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.

Contoh dari produk oligopoli: semen, air mineral.

Pasar Duopoli

Arti pasar duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai

oleh dua perusahaan.

Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.

Monopolistik

Arti dari pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan

penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang

sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada

spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang

menjual produk yang sejenis.

Contoh: produk sabun yang memiliki keunggulan misalnya untuk kecantikan,

kesehatan dan lain-lain.

Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:

1) Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.

2) Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.

3) Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.

4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.

5) Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.

Pasar Monopsoni

Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau

pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga.

Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara

permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu

perusahaan.

Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan

satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.



Demikian makalah ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua.

KESIMPULAN :

Prilaku produsen adalah sebuah proses dimana agar terciptanya output yang berkualitas dan mempunyai nilai yang sempurna. Dimana semua kebutuhan dapat terpenuhi jika proses awal yaitu memproduksi suatu barang terjadi dengan benar dan terkontrol maka kebutuhan akan barang pasti akan menjadi terpenuhi.

Ongkos dan penerimaan dengan adanya ongkos dan peneriman pelaku produsen dapat memaksimalakan semua barang yang dapat diproduksi dengan hasil bagus dan berkualitas tanpa merugikan pelaku produsen malah dapat menguntungkan dengan jumlah besar. Mendapatkan keuntungan maksimal dari hasil produsen adalah hal yang harus diperhatikan didalam melakukan proses produsen.

Struktur pasar juga sangat membantu proses terjadi produksi dan keuntungan yang maksimal. Karena dengan adanya struktur pasar konsumen dapat dengan mudah mendapatkan semua barang yang dibutuhkan tanpa harus merasa kesulitan. Dan inipun memungkinkan produsen mendapatkan keuntungan maksimal

Perilaku Produsen


“Teori Produsen dan Fungsinya”

Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:
produksi jangka pendek,
yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)
dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :
The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).
Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.
2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’
4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan
dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,
b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula
digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2 – 0,2 X3,

dimana :
Y = produk
X = faktor produksi.

2. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.

3. Least cost combination
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

referensi :

http://www.endz4shared.co.cc/2010/03/1.html

Perilaku Konsumen


PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka.

Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasan mereka.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal

a.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Kelompok referensi sendiri merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.

b.Faktor Internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.



Pendekatan Perilaku Konsumen

a.Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya.


Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsiAsumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:

1.Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.

2.Berlaku hukum Diminishing marginal utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

3.Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.

4.Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..

5.Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.



b.Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach

Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:

1.Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.


2.Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.

3.Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.

4.Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.

5.Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya

6.Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C

Persaman dan perbedaan:

Persamaan Kardinal dan Ordinal:
Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama- sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility)

Perbedaan kardinal dan Odinal :

Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .



Konsep Elastisitas

Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya.

Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa


besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas atau indeks elastisitas.

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro
1. Elastisitas harga permintaan (Ed)

2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)

4. elastisitas pendapatan (Ey)



Elastisitas Harga Permintaan
Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

KRITERIA UKURAN
 Ed > 1 : Elastis
 Ed < 1 : In Elastis
 Ed = 1 : Unitary

 Ed = 0 : In Elastis Sempurna

 Ed = ~ : Elastis Sempurna

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.

3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.


ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):

Q2 – Q1

½ (Q2+Q1)
Es =

P2 – P1
½ (P2 + P1)

∆Q ½ (Q1+Q2)

Es =

∆P ½ (P1+P2)



ELASTIS SILANG
Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

QX2 – QX1

½ (QX1 + QX2)
Ec=

PY2 - PY1
½ (PY1 + PY2)

∆ QX

½ (QX1 + QX2)

Es=

∆ PY
½ (PY1 + PY2)


ELASTISITAS PENDAPATAN
Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:

Q2 – Q1
½ (Q1 + Q2)

Ey=
I2 - I1

½ (I1+ I2)

∆ Q
½ (Q1 + Q2)

Ey=
∆ I

½ (I1 +I2)

Contoh Elastis : -Laptop -Perhiasan -Kendaraan

Contoh In elastis : -Bahan baker -Makanan

-Keb. Rumah tangga


PERILAKU PRODUSEN

Produsen dan Fungsi produksi

Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.Produksi jangka pendek,yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:

1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:

1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum

2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:

Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:

a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)

c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.


Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut
:

The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).

Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.

Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.

2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’

4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.

5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan

dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. produksi total dengan increasing returns,

b. produksi total dengan decreasing returns, dan
c. produksi total yang semakin menurun.

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :


Y = 12X2 – 0,2 X3, dimana :

Y = produk
X = faktor produksi.

Produksi Optimal

Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input -output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X,

di mana Y = jumlah produk; PY = harga produk;

X = faktor produksi;

Px = harga factor produksi.

Least cost combination

Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

Monday, April 5, 2010

Elastisitas Permintaan dan Penawaran


BAB I
TEORI HARGA DAN APLIKASINYA
1.1. Teori Permintaan Dan Kurva Permintaan
Teori permintaan menerangkan tentang cirri hubungan antara jumlah
permintaan dan harga. Berdasarkan cirri hubungan antara permintaan dan harga
dapat di buat grafik kurva permintaan. Beberapa faktor penentu permintaan :
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga barang lain yg berkaitan erat dengan barang tersebut.
3. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata – rata masyarakat
4. Corak distribusi dalam pendapatan masyarakat.
5. Cita rasa masyarakat.
6. Jumlah penduduk.
7. Ramalan mengenai keadaan di masa yg akan datang.
Daftar permintaan.
Daftar permintaan adalah suatu table yg memberi gambar dalam angka 2
tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yg diminta masyarakat
Contoh : permintaan terhadap buku tulis pada berbagai tingkat harga.”
Keadaan Harga (rupiah) Jumlah yg diminta
P
Q
R
S
T
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
200
400
600
900
1.300
Kurva permintaan
Adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yg diminta para pembeli.
Contoh : “Kurva permintaan terhadap buku tulis”
1.2 Teori Penawaran Dan Kurva Penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang-barang lain
3. Biaya produksi
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
5. Tingkat teknologi yang digunakan
Daftar Penawaran
Adalah gambaran yang menimbulkan jumlah penawaran pada berbagai
tingkat harga.
Contoh : “ daftar penawaran terhadap buku tulis”
Keadaaan Harga (Rupiah) Jumlah yang Ditawarkan (Unit)
A
B
C
D
E
5000
4000
3000
2000
1000
900
800
600
375
100
1
2
3
4
5
D
P
Q
R
S
T
D
0 200 600 900 1300
Harga (dalam Rupiah)
Kuantitas
Kesimpulan :
“ apabila P ¯ QD ­ sebaliknya
apabila P ­ Qd ¯ “
Sehingga
Q = a-bp
Kurva Penawaran
Adalah Suatu kurva yang menunjukan hubungan antara harga suatu barang
tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
1.3 Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan
Pergeseran Kurva Penawaran
Berlakunya perubahan harga menimbulkan gerakan sepanjang kurva penawaran,
sedangkan perubahan factor-faktor lain diluar harga menimbulkan pergeseran kurva
tersebut.
Kesimpulan :
Apabila P­ Qs­ sebaliknya apabila P¯ Qs ¯
Sehingga :
Q = a + bp
A
B
C
D
E
S
5 S
1
2
3
4
100 200 375 600 900 1.000
Harga (Ribu Rupiah)
Kuantitas
Gambar 2.1.
“Gerakan sepanjang kurva penawaran dan pergeseran kurva penawaran.”
1.4 Keseimbangan Pasar
Adalah jumlah barang yg ditawarkan oleh para penjualsama dengan yg di
inginkan para pembeli pada 1 tingkat harga tertentu.
Tabel. 3.1: “permintaan dan penawaran buku tulis.”
Harga Jumlah yang
diminta
Jumlah yang
ditawar
Sifat interaksi
5000
4000
3000
2000
1000
200
400
600
900
1.300
900
800
600
375
100
Kelebihan
penawaran
Keseimbangan
Kelebihan
permintaan
P
P1
Q3 Q1 Q Q2
52
5
51
B
A
5
A1
Harga
Kualitas
KUANTITAS
Kelebihan permintaan
Kelebihan D penawaran 5
5 D
200 600 1.000 1.400
5
4
3
2
1
BAB II
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas adalah berapa persen variable akan berubah sebagai akibat
variable lain berubah 1%
2.1. Elastisitas permintaan.
Adalah mengukur perubahan jumlah barang yg dibeli akibat perubahan
suatu factor yang mempengaruhinya.
Rumus penghitung koefesien elastisitas permintaan:
Ed : persentasi perubahan jumlah barang yang dimita:
Persentasi perubahan harga.
Sehingga :
2.2.Konsep elastisitas permintaan.
Terbagi menjadi 3 konsep yaitu:
1. Price elasticity of Demand (Elastisitas harga dari permintaan)
2. income elasticity of Demand (Elastisitas pendapatan dari permintaan)
3. Cross elasticity of Demand (Elastisita silang dari permintaan)
2.2.1. Price elasticity of Demand
Adalah mengukur persentase perubahan jumlah barang yg diminta akibat
perubahan jumlah harga barang tersebut.
Q1 – Q2
Q
Ed =
P1 - P2
P
Rumus ket :
Ep > 1 = Elastis,
Ep < 1 = In Elastis
Ep = 1 = elastisitas leniter
Ep = 0 = Elastisitas sempurna
E ~ = Elastisitas tidak sempurna
2.2.2. Income elasticity of Demand.
Adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang yg
diakabatkan oleh perubahan pendapatan konsumen.
Rumus : ket :
Em>1 = Barang mewah
Em<1 = Barang normal
Em(-) = Barang inferior
2.2.3. Cross Elasticity of Demand
adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang (x) yang
di akibatkan oleh perubahan barang lain.
Rumus : ket :
Ex,y (-) = complementer
(+) = substitusi
0 = netral
Ep = ΔQ x P
ΔP Q
Em = ΔQ x M1 + M2
ΔM Q1 + Q2
Ex1y = ΔQx X Px1 + Px2
ΔPy Qx2 + Qx2
2.3. Jenis-jenis elastisitas permintaan
(i) TIDAK ELASTIS SEMPURNA (ii) ELASTIS SEMPURNA
(iii) ELASTISITAS UNITER
(iv) TISAK ELASTIS (v) ELASTIS
D
D
P
O Q
P
D
O Q
D
P
O
O
D
Q
P
D
D
O Q
P
O Q
D
D
2.4 Elastis Penawaran
adalah mengukur refonsif penawaran sebagai akibat perubahan harga koefesien
elastisitas penawaran :
Ed = persentasi perubahan jumlah barang yang di tawarkan.
Persentasi peerubahan harga
Rumus : ket :
Es=Elastisitas penawaran
Qb=jumlah baru barang yg digunakan
Qa=jumlah penawaran asal
Pb=tingkat harga yg baru
Pa=tingkat harga asal
2.5 Penggolongsn kurva penawaran.
(i) Elastis Sempurna (ii) tidak elastis sempurna (iii) ealastis uniter
(iv) tidak elastis (v) elastis
O
PA
PB PA
QA
QB QA
Es
-
-
=
P
Po 5o
P
Q O
S1
Q
P 53
53
O Q
P
P
P1
54
O Q Q1 Q
P
P
P1
Q Q1 Q
BAB III
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN
3.1 Teori Nilai Guna (Utiliti)
Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam
pendekatan.
1. pendekatan nilai guna(utiliti) kordinal.
2. pendekatan nilai guna ordinal.
# nilai guna kordinal menyatakan : kenikmatan yang diperaih konsumen
dapat dinyatakn secara kuantatif.
# nilai guna ordinal menyataka : kenikmatan yang diperoleh konsumen
dalam mengkansusikan barang tidak dikuantifikasi.
# Nilai guna (utility) adalah kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari
mengkomsumsi suatu barang. Nilai guna (utility) terbagi mrnjadi 2 yaitu:
a.Nilai Guna Total (total utility)
adalah jumlah seluruh kepuasn yang diperoleh dari mengkomsumsi sejumlah
barang
b.Nilai Guna Marginal (marginal utility)
adalah tambahan penggunaan dari penambahan 1 unit barang yang di konsumsi.
Hipotetis utama teori nilai guna (hukum nilai guna marginal semakin menurun)
Bunyi hipotetisnya ialah:
“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu
barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut teru smenerus
menambah komsumsinya keatas barang tersebut dan pada kahirnya tambahan nilai
guna akan menjadi negatif”
3.2 Nilai guna total dalam angka dan grafik
Hukum nilai guna marginal yang semakin menurun akan dapat dimengerti
dengan jelas apabila digambarkan dalam contoh angka dan selanjutnya
digambarkan secara grafik.
Seperti urraian dibawah ini: Contoh Angka
Jumlah buah mangga yang dimakan Nilai guna total Nilai guna marginal
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
0
30
50
65
75
83
87
89
90
89
85
78
-
30
20
15
10
8
4
2
1
-1
-4
-7
Gambar 3.2.
Kurva nilai guna total dan marginal.
(i) nilai guna total (ii) nilai guna marginal
90
83
78
o 5 8 11 Q
TU MU
30
O 1 8 9
MU
o 1 Q
MU = ΔTU
ΔQ
BAB IV
ANALISIS KURVA KEPUASAN SAMA.
4.1. Kurva Kepuasan Sama
4.1.1. Karakter Kurva kepuasan sama (indifference).
1. Cembung terhadap titik original (convex to origin).
2. Bergerak dari kiri atas kekanan bawah (downward sloping).
3. Tidak saling berpotongan.
4. Semakin tinggi kurva kepuasan sama, tingkat kepuasannya semakin besar.
5. Daerah yang relevan untuk berkonsumsi adalah yang berkecondongan
negatif.
4.1.2 Bentuk Kepuasan Bersama
(j = Indifference curve)
Gmbar 1. Gambar 2.
(kurva kepuasan sama) (kumpula kurva kepuasan sama/ peta kks)
y
X X
13
12
11
I1
4.2. Garis Anggaran pengeluaran,(budget line)
Budget line adalah berbagai gabuungan barang-barang yang dapat dibeli oleh
sejumlah pendapatan tertentu.
Rumus: Ket: M: Pendapatan konsumen
Px: Harga barang X
Py:Harga barang Y
Gabungan Makanan Pakaian
A
B
C
D
E
F
15
12
9
6
3
0
0
2
4
6
8
10
( i: gabungan makanan dan pakaian
yang dapat dineli konsumen )
4.3 Akibat Perubahan Harga/Pendapat.
Uraian berikut akan menjawab perubahan harga /pendapatan yang dapat
mempengaruhi garis anggaran pengeluaran.
4.31. Akibat Perubahan Harga.
Perubahan terhadap garis anggaran pengeluaran , apabila harga berubah akan
menyebabakan perubahan yang sejajar, yaitu garus anggaran pengeluaran yang baru
akan sejajar dengan yang lama.
X
Py
Px
Py
M
y = -
Makanan
15
9
6
0 3 10
F
E
D
C
B
A
Y
X
Pakaian
(ii : Garis Anggaran Pengeluaran)
( (i) : Efek perubahan harga )
4.3.2. Akibat Perubahan Pendapat
Jika harga tetap dan pendapatan menjadi menurun maka garis anggaran
pengeluaran telah bergeser secara sejajar kekiri seperti yang akan ditunjukan oleh
garis RS. Sebaliknya pula, kenaikan pendapatan menyebabakan garis anggaran
pengeluaran pindah sejajar ke kanan.
Sebagai contoh:
6 10 12
5
a
b
A
C B D
15
6 10 15
Makanan
Pakaian
BAB V
TEORI PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
5.1 Teori Produksi
Dapat dibedakan menjadi
1) One input Variable (Satu faktor berubah)
Q = f ( L )
2) Two Input Variable (dua faktor berubah)
Q = f ( L , K )
The Law Of The Determinishing Return (LDR) (Hukum pertumbuhan hasil yang
semakin menurun)
Bunyinya :
“ Apabila faktor produksi variabel dapat diubah pada mulanya produksi total akan
semakin banyak, tetapi sesudah mencapai tingkat tertentu pertambahan produksi
semakin berkurang dan akhirnya menjadi negatif.”
5.2 Isoquant (Kurva Produksi Sama)
Adalah kurva yang menggambarkan gabungan antara tenaga kerja dan modal yang
menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
K
0 L
Q1
Karakteristik Kurva Produksi Sama
1. Cembung terhadap titik original
2. Tidak saling berpotongan
3. Daerah yang relevan berproduksi adalah daerah yang berkecondongan
Negatif.
4. Semakin tinggi menjauhi titik 0 menunjukan total produksi semakin
tinggi pula.
5.3 Isocost
Adalah kurva yang menggambarkan gabungan faktor produksi tenaga kerja dan
modal untuk menggunakan sejumlah biaya tertentu.
5.4 Biaya Produksi
Adalah semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor
produksi dan menciptakan produk yang diproduksi perusahaan tersebut.
Konsep biaya :
- Jangka pendek
TC = TFC + TVC
- Jangka panjang
TC = TVC
Dimana :
TC (Total Cost) Biaya Total
TFC (Total Fixed Cost)Biaya Tetap Total
TVC (Total Variable Cost) biaya berubah total
Biaya Tetap Total (TFC)
Adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi (input) yang tidak dapat diubah jumlahnya.
Contoh : Membeli mesin, mendirikan bangunan pabrik.
Biaya berubah total (TVC)
Dalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya.
Contoh : Tenaga Kerja
Biaya Total (TC)
Adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan.
REFERENSI
Sukirno Sadono, Pengantar Teori Mikro Ekonomi Edisi Ke-3, Rajawali Press,
Jakarta, 2002
Dominick Salvatore, Micro Economic Theory

Saturday, April 3, 2010

Ekonomi Mikro


Ekonomi Mikro





Nama : Ricky Sinaga
Npm : 11108659
Mata Kuliah : Teori Organisasi Umum 2
Paraf :

BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan mnentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.[1][2] Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut

TUJUAN
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.


BAB II
PEMBAHASAN


Penerapan ekonomi mikro
Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
Konsep fundamental dalam ekonomi mikro
elastisitas - surplus konsumsi - surplus produsen - permintaan agregat - kompetisi - efisiensi
Teori konsumsi
Prefrensi - kurva indiferen - utilitas - utilitas marjinal -pendaatan


Teori produksi dan harga
Dasar tori produksi - efisiensi-X - faktor produksi - lahan kemungkinan produksi - maksimalisasi laba -fungsi produksi - ekonomi skala - ekonomi cakupan - diskriminasi harga - harga transfer - harga barang gabungan - titik harga

Kesejahteraan ekonomi
Ekonomi kesejahteraan - efisiensi Pareto - efisiensi Kaldor-Hicks - kotak Edgeworth - fungsi kesejahteraan sosial - matriks pertidaksamaan pendapatan - kurva Lorenz - koefisien Gini - tingkat kemiskinan - kerugian bobot mati

Organisasi industri
Bentuk pasar - pasar persaingan sempurna - monopoli - pasar monopolistik - oligopoli - rasio konsentrasi - indeks Herfindahl
Kegagalan pasar
Aksi kolektif - informasi asimetris - Pasar Lemon - eksternalitas - barang publik - Regulasi Antitrust - biaya sosial - barang bebas - pajak - tragedi rakyat jelata - tragedi rakyat bukan jelata - Penguin Coase
Ekonomi finansial
Teori pasar efisien - ekonomi finansial - finansial - resiko
Perdagangan internasional
Perdagangan internasional - syarat perdagangan - tarif - Daftar topik perdagangan internasional
Metodologi
Ekuilibirium umum - teori Game - ekonomi institusional - ekonomi neoklasik - ekonomi ustria





BAB III

PENUTUP


Demikian makalah tentang ekonomi mikro yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.dan dapat kita ambil petikan pelajaran ini sehingga berguna bagi kita di kedepan yang kan lebih baik lagi


Kesimpulan

Jadi Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.












KATA PENGANTAR



Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa sayaucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.


























Penulis


( Ricky Sinaga )



DAFAR ISI





• KATA PENGANTAR…………………………………………………………
• DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….
• BAB I…………………………………………………………………………...

PENDAHULUAN……………………………………………………………...
TUJUAN………………………………………………………………………..

• BAB II ………………………………………………………………………….

PEMBAHASAN………………………………………………………………..

• BAB III………………………………………………………………………….

KESIMPULAN…………………………………………………………………
PENUTUP………………………………………………………………………

• DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..

Tuesday, March 16, 2010

Control Panel



Control Panel adalah adalah bagian dari system operasi Windows pengguna grafis antarmuka yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi dasar sistem pengaturan dan kontrol melalui applet, seperti menambahkan hardware, menambahkan dan menghapus perangkat lunak, mengendalikan pengguna account, dan aksesibilitas mengubah pilihan. Tambahan applet dapat diberikan oleh perangkat lunak pihak ketiga.
Control Panel telah melekat sebuah bagian dari sistem operasi Microsoft Windows sejak pertama rilis (Windows 1.0), dengan banyak dari saat ini applet yang ditambahkan dalam versi terbaru. Diawali dengan Windows 95, Control Panel dilaksanakan sebagai folder khusus, yaitu folder tidak ada secara fisik, tetapi hanya berisi cara pintas ke berbagai applet seperti Tambah atau Hapus Program dan Internet Options. Secara fisik, applet ini disimpan sebagai. Cpl file. Misalnya, Tambah atau Hapus Program applet disimpan dengan nama appwiz.cpl di SYSTEM32 folder.
Pada versi Windows, Control Panel memiliki dua pandangan, dan Classic View Category View, dan ada kemungkinan untuk beralih antara tersebut melalui salah satu pilihan yang muncul pada bagian kiri jendela.
Banyak dari individu Control Panel applet dapat diakses dengan cara lain. Misalnya, Property Tampilan dapat diakses dengan mengklik-kanan pada area yang kosong dari desktop dan memilih Properties.


Berikut sub menu yang ada dalam control panel :

Menu-menu yang penting untuk diketahui adalah :
1. System
Di sini anda dapat melihat spesifikasi komputer anda, berapa RAM-nya, apa nama komputer anda, apa sistem operasi dan processor yang di gunakan.
Pada bagian Device Manager, anda dapat melihat seluruh hardware yang terpasang di komputer anda, dan anda dapat melihat, apakah hardware yang terpasang ada yang konflik (secara software) atau tidak. Jika ada yang konflik atau error, maka akan muncul tanda seru pada komponen yang konflik, dan anda dapat menginstall ulang drivernya.

Sedangkan untuk submenu hardware profiles dan performance, sebaiknya tidak diutak-atik, kecuali anda telah mahir untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul.
2. Regional Settings
Pada bagian ini, anda dapat merubah tanggal, waktu, currency, format waktu dan penanggalan, format angka, dan lokasi tempat tinggal anda. Ingat, setting waktu dan format di sini akan dipakai oleh seluruh aplikasi yang terinstall di komputer anda.
3. Power Management
Di bagian ini anda dapat mengatur, apakah system akan stand by secara otomatis setelah jangka waktu tertentu, apakah hardisk dan monitor akan mati setelah jangka waktu tertantu tidak ada aktifitas, dan sebagai nya.

5. Mouse
Di bagian ini anda dapat mengatur properties mouse anda. Anda dapat merubah tampi lan pointer mouse, kecepatan gerak mouse, orientasi klik kiri/kanan, dan semua yang berhubungan dengan mouse anda.


6. Keyboard
Di bagian ini anda dapat mengatur properties keyboard anda dan semua yang berhubungan dengan mouse anda.

7. Display
Di bagian ini anda dapat mengatur seluruh tampilan yang ada di komputer anda, mulai dari mengganti wallpaper (background), screen saver, effek, appearance, dan setting resolusi monitor.

8. Add / Remove Programs
Di bagian ini anda dapat menginstall program baru, dan meng-uninstall program yang sudah ada di komputer anda. Mungki n saja program yang sudah terinstall di komputer anda mengalami error, maka anda dapat meng-uninstallnya, kemudian diinstall ulang.
Di bagian Windows setup, anda dapat menambahkan dan menghapus komponen¬komponen windows yang mungkin ingin anda tambahkan atau hapus. Komponen yang di maksud di sini adalah program-program kecil yang disediakan windows, tapi yang tidak terinstall secara otomatis saat anda pertama kali menginstall windows. Contoh komponen windows adalah Ms Internet Explorer, Ms Outlook Express, Ms Netmeeting, dan sebagainya.
Di bagian Startup Disk, anda dapat membuat emergency-disk yang sangat berguna saat windows anda mengalami masalah. Seringkali masalah dapat di selesaikan dengan menggunakan emergency-disk i ni.


9. Add New Hardware
Add new hardware adalah sebuah wizard (penuntun langkah demi langkah) untuk menginstall driver milik hardware baru yang anda tambahkan di komputer anda. Di sini anda dapat memilih secara manual, jenis hardware apa yang anda pasang dan di lokasi mana drivernya terletak. Fasilitas ini sangat berguna untuk hardware- hardware yang ti dak bi sa secara otomatis di kenali oleh Windows.

Adapun berikut fungsi – fungsi control yang ada pada Control Panel :
• Accessibility Option : Untuk pengaturan keyboard, sound, display mouse, general atau perangkat-perangkat pendukung pada komputer.
• Add Hardware : Untuk mengatur jendela penginstalan pada komputer.
• Admistratif Tools : Untuk mengatur settingan pada komputer, seperti ; services, performace, computer management, dll.
• Automatic Update : Untuk membantu kita dalam mempermudah penginstalan.
• Blutooth Config : Untuk menampilkan user name pada Bluetooth dan setting pendukung lainnya.
• Boot Save : Untuk merestart komputer dengan tenang atau penghemat daya.
• CPU – Z : Untuk mengetahui semua tentang komputer yang kita gunakan, seperti ; memory, CPU, mainboard, dll.
• Date and Time : Untuk mengatur waktu dan tanggal pada komputer.
• Display : Untuk mengatur tampilan layar atau desktop pada komputer.
• Folder Option : Untuk mengatur tampilan folder atau file.
• Fonts : Untuk mengatur setting pada bentuk-bentuk tulisan.
• Game Controllers : Untuk mengatur penginstalan game dan settingnya.
• HD Tune : Untuk melihat keadaan computer seperti ; suhu, kesehatan, kegagalan program, dll.
• Mouse Properties : Untuk mengatur tampilan mouse pada komputer, misalnya icon saat menjalankan perintah atau loding.
• Power Option : Untuk mengatur penghemat daya saat komputer stand by.
• Nero Burn Right : Untuk mengatur user group pada nero atau mereset program brun right pada nero burning ROM atau nero burning right.
• Network Connections : Untuk mengatur jaringan wireless.
• Printers and Faxes : Untuk melihat status dari perangkat printr atau fax yang terpasang.
• Real Tek Sound Effect Manager : Untuk membuat efek suara.
• Regional and Language Option : Untuk mengatur bahasa.
• Scheduled Tasks : Untuk menyimpah jadwal atau keperluan apapun untuk kita sebagai pengingat.
• Start up Control Panel : Untuk melihat program apa saja yang sudah terinstal didalam komputer.
• System Properties : Untuk melihat system apa yang kita gunakan pada komputer kita.
• Tasksbar and Startmenu : Untuk mengatur tampilan lembar kerja aktif dan jendela aplikasi pada windows.
• User Account : Untuk mengatur tampilan picture atau icon pada start menu.

Di unduh dari : http://b41mul14.ngeblogs.com/2009/12/15/control-panel/
http://fitriia.ngeblogs.com/

Friday, March 5, 2010

KELEBIHAN YANG DIMILIKI SISTEM OPERASI WINDOWS

Sistem Operasi Windows, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, terbukti telah berhasil menjadi sebuah sistem operasi yang paling dominan di dunia saat ini. Kemampuan Graphical User Interface (GUI) Windows dari waktu ke waktu telah menjadi ‘tradisi’ desktop standart Sistem Operasi di dunia.

Sebagai contohnya keluaran terbaru dari windows, yaitu Windows Vista yang memiliki fitur-fitur baru dan yang di perbaharui sebagai berikut :

* Windows Aero: desain baru antarmuka pengguna, singkatan dari Authentic, Energetic, Reflective, and Open. Antarmuka baru ini dimaksudkan agar lebih estetis dan bersih ketimbang antarmuka Windows sebelumnya, termasuk jendela-jendela transparan, animasi, dan tampilan yang bagus.
* Windows Shell: Windows shell yang baru ini berbeda sekali dengan Windows XP. Sebagai contoh, Start Menu yang telah diubah, bahkan kata “Start” pun telah digantikan dengan tombol Windows “Pearl” biru yang baru.
* Fasilitas Pencarian (Quick Search):
* Windows Sidebar:
* Internet Explorer 7+:
* Windows Media Player 11:
* Windows Media Center:
* Windows Live Show :
* User Account Control:
* Windows Firewall With advanced security:
* Windows Defender:
* Windows Mail:
* Windows Update:
* Parental Control:
* Windows Sideshow:
* Speech recognition:
* New Fonts:
* Games:
* Windows Calendar:
* Windows Photo Gallery:
* Windows DVD Maker:
* Windows Collaboration:
* SuperFetch:
* ReadyBoost:
* ReadyDrive:
* Touchscreen:
* Problem Reports and Solutions:
* Virtual Folder:

Windows Vista dimaksudkan untuk diluncurkan sebagai produk berbasis-teknologi, sebagai sistem yang solid yang mencakup teknologi-teknologi baru tingkat tinggi. Banyak di antaranya merupakan teknologi yang berkaitan dengan bagaimana sistem berfungsi, yang bekerja di belakang layar dan tidak terlihat oleh pengguna akhir.

Menurut Microsoft, komputer yang dapat menjalankan Windows Vista diklasifikasikan sebagai “Vista Capable” dan “Vista Premium Ready“

* Komputer “Vista Capable” memerlukan minimal prosesor 800MHz, 512MB RAM, dan kartu grafis dengan kelas DirectX 9. Namun klasifikasi ini tidak akan mampu untuk mendukung grafis high-end Vista, termasuk antarmuka Aero.
* Komputer “Vista Premium Ready” memerlukan setidaknya prosesor 1GHz, 512 MB RAM, dan kartu grafis yang kompatibel dengan antarmuka Aero minimal 128MB serta mendukum WDDM yang baru.


Sedangkan pada Mac OS teknologi yang digunakan antara lain :

QuickDraw : model pengimej imaging model yang pertama memberikan pasaran pukal WYSIWYG
Finder : antaramuka untuk melayari filesystem dan melancarkan applikasi
MultiFinder : versi pertama yang menyokong menjalankan lebih dari satu perisian secara serentak
Chooser : perkakasan untuk mencapai network resources (contoh: mengaktifkan AppleTalk)
ColorSync : teknologi untuk memastikan pemadanan warna yang sesuai
Pengurusan ingatan OS Mac : bagaimana Mac menguruskan RAM dan ingatan maya sebelum bertukar kepada UNIX
Pengemulasian Motorola 68000 oleh PowerPC : bagaimana Mac menangani transisi arkitektural daripada CISC kepada RISC (lihat emulator Mac 68K)
Desk Accessories : perisian kecil “helper” yang boleh dijalankan seiring dengan sebarang perisian lain, sebelum munculnya MultiFinder atau System 7.
PlainTalk : teknologi sintesis pertuturan and pengecaman pertuturan
Mac-Roman : set aksara



Berikut ini contoh tampilan Mac OS

Menurut PCWorld, total ada 18 buah feature dari Sistem Operasi ‘tetangga’ ini yang seharusnya juga dimiliki Windows untuk menunjang kelengkapannya.

Adapun 18 feature dari OS lain yang menurut PCWorld sangat bermanfaat dan akan menjadikan Windows lebih lengkap adalah :

1. Expose – dari Mac OS
2. Virtual Workspaces – dari Linux, PC-BSD, Mac
3. Back to My Mac - dari Mac OS
4. Screen Sharing – dari Mac
5. Time Machine – dari Mac
6. ISO Burning – dari Linux, PC-BSD, Mac
7. Stickies – dari Linux, Mac
8. Podcast Capture – dari Mac
9. Software Repositories – dari Linux, PC-BSD
10. Desktop Cube - Linux, PC-BSD
11. Application Dock – dari Mac
12. Automated Screen Shots – dari Mac
13. Multitouch Trackpad Gestures – dari Mac
14. Cover Flow – dari Mac
15. Pre-Installed Web Server –dari Mac, Linux, PC-BSD
16. POSIX Compliance – dari BeOS, Mac, Linux, PC-BSD
17. Standardized Menu Ribbon – dari Mac
18. Single-File Applications – dari Mac

Beberapa artikel di ambil dari :

http://id.wikipedia.org/wiki/Windows_Vista

http://www.beritanet.com/Hardware/Software/18-features-windows.html

http://www.beritanet.com/Technology/Opensource/Telah-Diluncurkan-Linux-CentOS-Versi-5.2-i386-LiveCD.html

http://www.beritanet.com/Technology/45.html

http://amanda2tkj.blogspot.com/2009/01/kelebihan-yang-dimiliki-sistem-operasi.html

Wednesday, November 18, 2009

TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN SISTEM KERJA

TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN SISTEM KERJA

1. PENGERTIAN

Dalam mengartikan tata kerja, prosedur dan sistem kerja akan kita pisahkan pengertian untuk masing-masing supaya jelas dalam memahaminya.Tatakerja merupakan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhas guna atau bisa mencapai tingkat efisien yang maksimal. Prosedur merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Misalnya:

Mengenai sistem kearsipan perpustakaan Gunadarma adalah sebagai berikut

1.. Mengklasifikasi buku berbahasa Inggris dan buku berbahasa Indonesia


2. Memberikan kode-kode tertentu pada buku menurut abjad, nama pengarang maupun gabungan keduanya (Melaksanakan pengkodean buku coding).

3. Mengatur buku-buku yang sudah diberi kode di tempat yang sudah disediakan.

4. Menentukan jangka waktu peminjaman dan pengembalian buku hinggatersusun rapi seperti semula.

Dari contoh tersebut untuk masing- masing kegiatan biasanya dibagi lagi tata kerja dan prosedurnya sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. Penting untuk ditekankan di sini bahwa ketiga-tiganya baik tata kerja, prosedur maupun

sistem merupakan satu kesatuan yang bulat artinya ketiga-tiganya merupakan tindak lanjut dalam rangka pelaksanaan suatu bidang pekerjaan tertentu. Jadi dengan adanya sistem kerja, tata kerja dan prosedur kerja menjadikan pelaksanaan fungsi manajemen dan kebijaksanaan pimpinan menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan baik.


2. PRINSIP-PRINSIP PEMAKAIAN TATA KERJA, PROSEDUR DAN SISTEM KERJA

Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam memakai tata kerja, prosedur dan system kerja pada suatu instansi adalah sebagai berikut:

1. Tata kerja, prosedur kerja dan sistem tata kerja harus disusun dengan memperhati kan segi-segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

2. Untuk mempersiapkan hal-hal itu dengan setepat-tepatnya maka haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tantang tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

3. Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.

4. Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap-tiap detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud


5. Dalam penetapan tahap-demi tahap dalam rangkaian pekerjaan ( misalnya soal prosedur surat keluar ) maka antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul betul terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju ke arah satu tujuan.

6. Dan tiap-tiap tahap itu harus betul-betul merupakan suatu kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.

Di samping itu harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan ketrampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas termaksud. Jadi dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur kerja. Dengan kata lain prosedur kerja disusun bukan berdasarkan jumlah (quantity) tenaga kerja yang ada, melainkan berdasarkan skill (quality) tenaga kerja yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan suatu bidang pekerjaan tertentu.

7. Tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja itu harus disusun sedemikian rupa sehingga memiliki stabilitas dan fleksibelitas (stability and flexibility) . Stabilitas maksudnya bahwa sistem, tata kerja dan prosedur kerja itu harus mengandung unsure tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan kerja. Adapun fleksibelitas artinya bahwa dalam pelaksanaannya tidak kaku tetapi harus luwes yaitu masih memungkinkan diadakannnya saling pergantian tugas, sehingga misalnya salah seorang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.

8. Perlu diperhatikan bahwa penyusunan sistem, prosedur dan tata kerja harus selalu disesuaikan dengan kemajuan jaman dan teknologi, jadi harus dijaga updatenessnya.

9. Untuk penggambaran tentang penerapan sesuatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan tanda-tanda atau simbol dan skema atau bagan prosedur dengan setepat-tepatnya. Bagan semacam ini sering disebut sebagai skema arus kerja (work flowchart) atau skema proses kerja (work prosedures chart).

10. Dan akhirnya untuk menjamin penerapan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja yang setepat-tepatnya, maka adanya buku-buku pedoman (manuals book) tentang hal-hal itu mutlak perlu dipersiapkan, untuk itu maka adanya staf khusus sebagai O & M Spesialist adalah mutlak diperlukan.

Followers

Blog Archive