Monday, April 5, 2010

Elastisitas Permintaan dan Penawaran


BAB I
TEORI HARGA DAN APLIKASINYA
1.1. Teori Permintaan Dan Kurva Permintaan
Teori permintaan menerangkan tentang cirri hubungan antara jumlah
permintaan dan harga. Berdasarkan cirri hubungan antara permintaan dan harga
dapat di buat grafik kurva permintaan. Beberapa faktor penentu permintaan :
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga barang lain yg berkaitan erat dengan barang tersebut.
3. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata – rata masyarakat
4. Corak distribusi dalam pendapatan masyarakat.
5. Cita rasa masyarakat.
6. Jumlah penduduk.
7. Ramalan mengenai keadaan di masa yg akan datang.
Daftar permintaan.
Daftar permintaan adalah suatu table yg memberi gambar dalam angka 2
tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang yg diminta masyarakat
Contoh : permintaan terhadap buku tulis pada berbagai tingkat harga.”
Keadaan Harga (rupiah) Jumlah yg diminta
P
Q
R
S
T
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
200
400
600
900
1.300
Kurva permintaan
Adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yg diminta para pembeli.
Contoh : “Kurva permintaan terhadap buku tulis”
1.2 Teori Penawaran Dan Kurva Penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang-barang lain
3. Biaya produksi
4. Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut
5. Tingkat teknologi yang digunakan
Daftar Penawaran
Adalah gambaran yang menimbulkan jumlah penawaran pada berbagai
tingkat harga.
Contoh : “ daftar penawaran terhadap buku tulis”
Keadaaan Harga (Rupiah) Jumlah yang Ditawarkan (Unit)
A
B
C
D
E
5000
4000
3000
2000
1000
900
800
600
375
100
1
2
3
4
5
D
P
Q
R
S
T
D
0 200 600 900 1300
Harga (dalam Rupiah)
Kuantitas
Kesimpulan :
“ apabila P ¯ QD ­ sebaliknya
apabila P ­ Qd ¯ “
Sehingga
Q = a-bp
Kurva Penawaran
Adalah Suatu kurva yang menunjukan hubungan antara harga suatu barang
tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
1.3 Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan
Pergeseran Kurva Penawaran
Berlakunya perubahan harga menimbulkan gerakan sepanjang kurva penawaran,
sedangkan perubahan factor-faktor lain diluar harga menimbulkan pergeseran kurva
tersebut.
Kesimpulan :
Apabila P­ Qs­ sebaliknya apabila P¯ Qs ¯
Sehingga :
Q = a + bp
A
B
C
D
E
S
5 S
1
2
3
4
100 200 375 600 900 1.000
Harga (Ribu Rupiah)
Kuantitas
Gambar 2.1.
“Gerakan sepanjang kurva penawaran dan pergeseran kurva penawaran.”
1.4 Keseimbangan Pasar
Adalah jumlah barang yg ditawarkan oleh para penjualsama dengan yg di
inginkan para pembeli pada 1 tingkat harga tertentu.
Tabel. 3.1: “permintaan dan penawaran buku tulis.”
Harga Jumlah yang
diminta
Jumlah yang
ditawar
Sifat interaksi
5000
4000
3000
2000
1000
200
400
600
900
1.300
900
800
600
375
100
Kelebihan
penawaran
Keseimbangan
Kelebihan
permintaan
P
P1
Q3 Q1 Q Q2
52
5
51
B
A
5
A1
Harga
Kualitas
KUANTITAS
Kelebihan permintaan
Kelebihan D penawaran 5
5 D
200 600 1.000 1.400
5
4
3
2
1
BAB II
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas adalah berapa persen variable akan berubah sebagai akibat
variable lain berubah 1%
2.1. Elastisitas permintaan.
Adalah mengukur perubahan jumlah barang yg dibeli akibat perubahan
suatu factor yang mempengaruhinya.
Rumus penghitung koefesien elastisitas permintaan:
Ed : persentasi perubahan jumlah barang yang dimita:
Persentasi perubahan harga.
Sehingga :
2.2.Konsep elastisitas permintaan.
Terbagi menjadi 3 konsep yaitu:
1. Price elasticity of Demand (Elastisitas harga dari permintaan)
2. income elasticity of Demand (Elastisitas pendapatan dari permintaan)
3. Cross elasticity of Demand (Elastisita silang dari permintaan)
2.2.1. Price elasticity of Demand
Adalah mengukur persentase perubahan jumlah barang yg diminta akibat
perubahan jumlah harga barang tersebut.
Q1 – Q2
Q
Ed =
P1 - P2
P
Rumus ket :
Ep > 1 = Elastis,
Ep < 1 = In Elastis
Ep = 1 = elastisitas leniter
Ep = 0 = Elastisitas sempurna
E ~ = Elastisitas tidak sempurna
2.2.2. Income elasticity of Demand.
Adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang yg
diakabatkan oleh perubahan pendapatan konsumen.
Rumus : ket :
Em>1 = Barang mewah
Em<1 = Barang normal
Em(-) = Barang inferior
2.2.3. Cross Elasticity of Demand
adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang (x) yang
di akibatkan oleh perubahan barang lain.
Rumus : ket :
Ex,y (-) = complementer
(+) = substitusi
0 = netral
Ep = ΔQ x P
ΔP Q
Em = ΔQ x M1 + M2
ΔM Q1 + Q2
Ex1y = ΔQx X Px1 + Px2
ΔPy Qx2 + Qx2
2.3. Jenis-jenis elastisitas permintaan
(i) TIDAK ELASTIS SEMPURNA (ii) ELASTIS SEMPURNA
(iii) ELASTISITAS UNITER
(iv) TISAK ELASTIS (v) ELASTIS
D
D
P
O Q
P
D
O Q
D
P
O
O
D
Q
P
D
D
O Q
P
O Q
D
D
2.4 Elastis Penawaran
adalah mengukur refonsif penawaran sebagai akibat perubahan harga koefesien
elastisitas penawaran :
Ed = persentasi perubahan jumlah barang yang di tawarkan.
Persentasi peerubahan harga
Rumus : ket :
Es=Elastisitas penawaran
Qb=jumlah baru barang yg digunakan
Qa=jumlah penawaran asal
Pb=tingkat harga yg baru
Pa=tingkat harga asal
2.5 Penggolongsn kurva penawaran.
(i) Elastis Sempurna (ii) tidak elastis sempurna (iii) ealastis uniter
(iv) tidak elastis (v) elastis
O
PA
PB PA
QA
QB QA
Es
-
-
=
P
Po 5o
P
Q O
S1
Q
P 53
53
O Q
P
P
P1
54
O Q Q1 Q
P
P
P1
Q Q1 Q
BAB III
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN
3.1 Teori Nilai Guna (Utiliti)
Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam
pendekatan.
1. pendekatan nilai guna(utiliti) kordinal.
2. pendekatan nilai guna ordinal.
# nilai guna kordinal menyatakan : kenikmatan yang diperaih konsumen
dapat dinyatakn secara kuantatif.
# nilai guna ordinal menyataka : kenikmatan yang diperoleh konsumen
dalam mengkansusikan barang tidak dikuantifikasi.
# Nilai guna (utility) adalah kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari
mengkomsumsi suatu barang. Nilai guna (utility) terbagi mrnjadi 2 yaitu:
a.Nilai Guna Total (total utility)
adalah jumlah seluruh kepuasn yang diperoleh dari mengkomsumsi sejumlah
barang
b.Nilai Guna Marginal (marginal utility)
adalah tambahan penggunaan dari penambahan 1 unit barang yang di konsumsi.
Hipotetis utama teori nilai guna (hukum nilai guna marginal semakin menurun)
Bunyi hipotetisnya ialah:
“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu
barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut teru smenerus
menambah komsumsinya keatas barang tersebut dan pada kahirnya tambahan nilai
guna akan menjadi negatif”
3.2 Nilai guna total dalam angka dan grafik
Hukum nilai guna marginal yang semakin menurun akan dapat dimengerti
dengan jelas apabila digambarkan dalam contoh angka dan selanjutnya
digambarkan secara grafik.
Seperti urraian dibawah ini: Contoh Angka
Jumlah buah mangga yang dimakan Nilai guna total Nilai guna marginal
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
0
30
50
65
75
83
87
89
90
89
85
78
-
30
20
15
10
8
4
2
1
-1
-4
-7
Gambar 3.2.
Kurva nilai guna total dan marginal.
(i) nilai guna total (ii) nilai guna marginal
90
83
78
o 5 8 11 Q
TU MU
30
O 1 8 9
MU
o 1 Q
MU = ΔTU
ΔQ
BAB IV
ANALISIS KURVA KEPUASAN SAMA.
4.1. Kurva Kepuasan Sama
4.1.1. Karakter Kurva kepuasan sama (indifference).
1. Cembung terhadap titik original (convex to origin).
2. Bergerak dari kiri atas kekanan bawah (downward sloping).
3. Tidak saling berpotongan.
4. Semakin tinggi kurva kepuasan sama, tingkat kepuasannya semakin besar.
5. Daerah yang relevan untuk berkonsumsi adalah yang berkecondongan
negatif.
4.1.2 Bentuk Kepuasan Bersama
(j = Indifference curve)
Gmbar 1. Gambar 2.
(kurva kepuasan sama) (kumpula kurva kepuasan sama/ peta kks)
y
X X
13
12
11
I1
4.2. Garis Anggaran pengeluaran,(budget line)
Budget line adalah berbagai gabuungan barang-barang yang dapat dibeli oleh
sejumlah pendapatan tertentu.
Rumus: Ket: M: Pendapatan konsumen
Px: Harga barang X
Py:Harga barang Y
Gabungan Makanan Pakaian
A
B
C
D
E
F
15
12
9
6
3
0
0
2
4
6
8
10
( i: gabungan makanan dan pakaian
yang dapat dineli konsumen )
4.3 Akibat Perubahan Harga/Pendapat.
Uraian berikut akan menjawab perubahan harga /pendapatan yang dapat
mempengaruhi garis anggaran pengeluaran.
4.31. Akibat Perubahan Harga.
Perubahan terhadap garis anggaran pengeluaran , apabila harga berubah akan
menyebabakan perubahan yang sejajar, yaitu garus anggaran pengeluaran yang baru
akan sejajar dengan yang lama.
X
Py
Px
Py
M
y = -
Makanan
15
9
6
0 3 10
F
E
D
C
B
A
Y
X
Pakaian
(ii : Garis Anggaran Pengeluaran)
( (i) : Efek perubahan harga )
4.3.2. Akibat Perubahan Pendapat
Jika harga tetap dan pendapatan menjadi menurun maka garis anggaran
pengeluaran telah bergeser secara sejajar kekiri seperti yang akan ditunjukan oleh
garis RS. Sebaliknya pula, kenaikan pendapatan menyebabakan garis anggaran
pengeluaran pindah sejajar ke kanan.
Sebagai contoh:
6 10 12
5
a
b
A
C B D
15
6 10 15
Makanan
Pakaian
BAB V
TEORI PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
5.1 Teori Produksi
Dapat dibedakan menjadi
1) One input Variable (Satu faktor berubah)
Q = f ( L )
2) Two Input Variable (dua faktor berubah)
Q = f ( L , K )
The Law Of The Determinishing Return (LDR) (Hukum pertumbuhan hasil yang
semakin menurun)
Bunyinya :
“ Apabila faktor produksi variabel dapat diubah pada mulanya produksi total akan
semakin banyak, tetapi sesudah mencapai tingkat tertentu pertambahan produksi
semakin berkurang dan akhirnya menjadi negatif.”
5.2 Isoquant (Kurva Produksi Sama)
Adalah kurva yang menggambarkan gabungan antara tenaga kerja dan modal yang
menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
K
0 L
Q1
Karakteristik Kurva Produksi Sama
1. Cembung terhadap titik original
2. Tidak saling berpotongan
3. Daerah yang relevan berproduksi adalah daerah yang berkecondongan
Negatif.
4. Semakin tinggi menjauhi titik 0 menunjukan total produksi semakin
tinggi pula.
5.3 Isocost
Adalah kurva yang menggambarkan gabungan faktor produksi tenaga kerja dan
modal untuk menggunakan sejumlah biaya tertentu.
5.4 Biaya Produksi
Adalah semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor
produksi dan menciptakan produk yang diproduksi perusahaan tersebut.
Konsep biaya :
- Jangka pendek
TC = TFC + TVC
- Jangka panjang
TC = TVC
Dimana :
TC (Total Cost) Biaya Total
TFC (Total Fixed Cost)Biaya Tetap Total
TVC (Total Variable Cost) biaya berubah total
Biaya Tetap Total (TFC)
Adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi (input) yang tidak dapat diubah jumlahnya.
Contoh : Membeli mesin, mendirikan bangunan pabrik.
Biaya berubah total (TVC)
Dalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya.
Contoh : Tenaga Kerja
Biaya Total (TC)
Adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan.
REFERENSI
Sukirno Sadono, Pengantar Teori Mikro Ekonomi Edisi Ke-3, Rajawali Press,
Jakarta, 2002
Dominick Salvatore, Micro Economic Theory

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Followers

Blog Archive